Update Corona di Aceh: 158 Positif, 10 Meninggal Dunia

Ilustrasi, pasien corona. (foto: pojoksatu)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pasien yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Aceh terus bertambah. Dilansir dari web resmi Dinas Kesehatan Aceh, jumlah pasien positif, Kamis (23/7) mencapai 158 orang. Bertambah 7 kasus dari hari sebelumnya.

Adapun ketujuh pasien tersebut, 4 berasal dari Abdya dan tiga dari Aceh Tamiang. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif membenarkan adanya penambahan kasus positif hari ini.

Sehingga, secara kumulatif, pasien positif corona di Aceh mencapai 158 orang. Dengan rincian, 84 sembuh, 64 dirawat di rumah sakit rujukan dan 10 meninggal dunia.

Ads

Sementara orang dalam kontak erat hari ini secara kumulatif sebanyak 2331. Selesai masa pemantauan 2305 dan proses pemantauan 26 orang.

Sedangkan pasien kasus suspek hari ini berjumlah 134. Dengan rincian 131 telah selesai pengawasan dan sudah dipulangkan, satu dirawat dan satu meninggal dunia. (dani)

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Bardan Sahidi mengkritik kinerja penasehat khusus (Pensus) Pemerintah Aceh. Ia menilai kinerja tim Pansus hanya membenturkan lembaga DPRA dengan daerah. Bardan bilang kehadiran Pensus ini tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Aceh yang memberhentikan sekitar 4.227 tenaga kontrak yang ada diseluruh Aceh. Tenaga Kontrak itu mulai dari OB, Cleaning Service, tukang antar surat dan tenaga-tenaga lainnya. Dimana tenaga kontrak tersebut juga menggantungkan hidupnya dari pekerjaan itu yang dibayar hanya Rp 1,3 juta. Namun, mereka terpaksa di ‘geser’ dan digantikan dengan Pensus yang gajinya mulai dari Rp 4 juta – Rp 7 juta. “Di awal tahun anggaran 2020 yang lalu, ada 4.227 tenaga kontrak yang menggantungkan harapan hidupnya dengan gaji Rp 1,3 juta, di cuci gudang oleh Sekda, saat bersamaan itu muncul 200 pensus,” kata Bardan saat konfrensi pers di DPRA, Rabu (22/7). Para pensus ini, kata Bardan, kemudian dititipkan ke dinas-dinas. Namun perjalanannya, lanjut Bardan, tim pensus ini berubah jadi buzzer Pemerintah Aceh bahkan ada yang menjadi makelar. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #buzzer #makelar #sekda #pensus #anggaran #cucigudang #tenagakontrak #pemkoaceh #dpra

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on