T Bayu: KPA Wil-PAS Dukung Pemerintah Indonesia Untuk Rawat Perdamaian

(ist)
--Ads--
loading...

Sabang (KANALACEH.COM) – Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pulau Aceh – Sabang (Wil-PAS), Syukri alias T Bayu mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk menuntaskan butir-butir MoU Helsinki.

Menurut Syukri, perjanjian damai bersama antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia yang ditandatangani pada 15 tahun lalu di Helsinki, Finlandia, adalah sebuah momen berejarah yang hingga kini perdamaian tersebut harus dijaga oleh Syukri dan anggota KPA lainnya.

Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah, kata dia harus bahu – membahu bekerja untuk mensejahterakan masyarakat Aceh, seperti yang tercantum dalam MoU Helsinki, maka harus didukung secara penuh.

Ads

Baca: KPA Wil-PAS Minta Pemerintah Pusat Realisasikan MoU Halsinki

“Intinya, MoU Helsinki adalah sebuah kesepakatan untuk mensejahterakan masyarakat Aceh, maka saya mengajak kawan – kawan eks kombatan untuk mendukung apa yang telah disepakati, namun kita anggota KPA Wil-PAS tetap mendukung sepenuhnya kinerja dari Pemerintah,” kata Syukri alias T. Bayu.

Lanjut dikatakan, saat ini pembangunan terjadi diseluruh daerah Aceh bahkan disebutkan Syukri, Kota Sabang saat ini menjadi salah satu pusat destinasi wisata di wilayah paling Barat Indonesia.

Namun pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar menciptakan lapangan pekerjaan bagi para mantan kombatan, yang gunanya untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi mantan kombatan sebagai ladang mencari nafkah untuk keluarga.

Dia berharap, untuk anggota KPA khususnya di wilayah Pulau Aceh – Sabang (Wil-Pas) untuk mendukung perdamaian dan mendukung kinerja Pemerintah Aceh dengan tidak membuat hal yang dapat merugikan diri sendiri.

“Harapannya, pemerintah daerah bisa memperhatikan kami eks kombatan untuk memberikan lapangan kerja, dan kepada para teman-teman saya eks kombatan marilah kita hidup damai dan menjaga perdamaian jangan lagi membuat hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, karena pada saat ini kita sudah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi Republik Indonesia,” tutupnya. [Arjuna]