Serap Anggaran Rp 21 Miliar, Pembangunan Jalan Singkil-Teluk Rumbia Dipertanyakan

  • Whatsapp

Aceh Singkil (KANALACEJ.COM) – Puluhan warga demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Singkil. Mereka menuntut dugaan penyalahgunaan anggaran pada pembangunan jalan Singkil – Teluk Rumbia, Kamis (10/9).

Pembangunan jalang penghubung dari Kecamatan Singkil ke Desa Teluk Rumbia menelan anggaran mencapai Rp 21 miliar pada tahun 2018.

Namun pada proses perjalannya, pembangunan jalan itu tidak terselesaikan hingga kini.

“Kasus tersebut sempat ditangani Kajari namun tidak jelas ujung pangkalnya,” tutur Jamaluddin, orator aksi.

Dirinya meminta Kajari Aceh Singkil untuk segera menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan anggaran yang merugikan negara, agar dapat diselesaikan.

“Jangan hanya jalan kami yang tenggelam, tapi yang melaksanakan pembangunan itu juga harus ditenggelamkan, Kejari Singkil harus bersama rakyat,” tegas Jamaluddin.

Aksi damai ini ditengarai sudah dilakukan sebanyak dua kali di Kantor Bupati dan di Kantor Kejaksaan.

Untuk itu pihaknya bermohon kepada Kajari jika memang ada kerugian negara dan melawan hukum, agar diperjelas dan menyatakan sikap bahwasanya mau bersama rakyat untuk menyelesaikannya.

Sementara Zulkarnain, Orator aksi lainnya mengungkapkan, pengusutan itu sempat dilakukan pada tahun yang lalu.

“Namun sampai sekarang ini tidak ada kejelasan, apakah ada kerugian negara atau tidak, dan bagaimana kelanjutannya,” ungkap Zulkarnain.

Ia meminta apabila terdapat kerugian negara, agar segera ditindak tegas, sebagaimana diatur dalam hukum yang berlaku.

Sementara Kajari Singkil M Husaini dihadapan pengunjuk rasa menyampaikan, dirinya baru menjabat dua bulan di Kantor Kejaksaan Negeri Singkil.

Dikatakannya, ia sangat perihatin dengan apa dialami masyarakat yang dilintasi pembangunan jalan tersebut.

“Dan mengapresiasi langkah masyarakat terkait persoalan ini sekaligus mengawal langkah kejaksaan, karena banyak hal yang perlu saya sampaikan dan masih banyak hal yang perlu saya ketahui,” tambah Husaini.

“Untuk penanganan persoalan ini, kami akan melakukan dialog, dan akan kami sampaikan langkah yang telah kami lakukan terkait penanganan Teluk Rumbia,” pungkasnya.

Selanjutnya para pengunjuk rasa bersedia untuk melakukan dialog termasuk memanggil perwakilan anggota DPRK setempat. (Khdafi)

Related posts