Anggaran Guru Honor Rp 4 Miliar, Tapi Kualitas Pendidikan di Aceh Singkil Rendah

(Kanal Aceh/Khadafi)
--Ads--
loading...

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Disdikbud Aceh Singkil terus berupaya melakukan peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya.

Terkini, kualifikasi pendidikan para guru menjadi sorotan. Mengingat guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul, sangat dipengaruhi dari kualitas pendidiknya.

Ratusan orang guru honor TK, SD dan SMP dikumpulkan Disdikbud, diberikan sosialisasi syarat mengajar bagi guru honor di Gedung Seni Budaya, Pulo Sarok, Singkil, Jum’at (11/9).

Ads

Sesuai amanat undang-undang No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa syarat kualifikasi pendidikan minimal sarjana bagi guru dan dosen.

“Diperkirakan banyak yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan memenuhi syarat mengajar, akibatnya akan banyak guru honorer di Aceh Singkil dirumahkan, karena dalam UU tersebut jelas diatur bahwa tenaga pendidik harus memiliki ijazah sarjana,” ujar Khalilullah, Kadisdik Aceh Singkil.

Sejak tahun 2005 Kemendikbud sudah mengeluarkan aturan tersebut. Namun di Aceh Singkil belum sepenuhnya diterapkan.

Data Disdikbud mencatat terdapat 70 guru honor masih berijazah SMA. Dan lebih mirisnya lagi ada yang hanya memiliki ijazah paket, dan lainnya tamatan Diploma 1, 2 dan 3.

Khalil menyinggung soal anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai guru honor, namun belum dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

“Anggaran mencapai  Rp 4 miliar dikeluarkan biaya pertahun untuk membayar gaji guru honor, namun kualitas pendidikan masih rendah,” tandasnya. (Khdafi)