Proyek dan Rekonstruksi Pascabencana Picu Kelangkaan Semen di Aceh Tengah

(ist)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan kelangkaan semen yang berimbas pada kenaikan harga di daerah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Meski harga di tingkat pabrik tetap stabil, terbatasnya pasokan membuat harga jual di pasaran melonjak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Abrar Gunawan, mengatakan lonjakan permintaan menjadi penyebab utama menipisnya stok semen di wilayah itu. Kebutuhan material bangunan meningkat seiring pelaksanaan berbagai proyek pemerintah, pembangunan konstruksi, hingga pembangunan kembali rumah warga yang terdampak bencana.

“Permintaan semen di Aceh Tengah saat ini sangat tinggi, baik untuk proyek pemerintah maupun pembangunan rumah masyarakat pascabencana. Akibatnya, stok di tingkat distributor cepat habis karena tidak sebanding dengan kebutuhan,” kata Abrar, dikutip dari RRI, Selasa, 4 Agustus 2026.

Selain tingginya permintaan, distribusi semen menuju Aceh Tengah juga mengalami hambatan. Pasokan yang sepenuhnya mengandalkan jalur darat harus menyesuaikan kondisi sejumlah ruas jalan yang masih rusak akibat bencana, sehingga kapasitas angkutan menjadi terbatas.

Kondisi tersebut diperparah dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang membuat proses distribusi semakin lambat. Akibatnya, jumlah semen yang masuk ke Aceh Tengah belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Abrar menegaskan, kenaikan harga bukan berasal dari pihak produsen. Menurutnya, harga semen di tingkat pabrik masih normal, sementara lonjakan harga terjadi karena pasokan yang terbatas di tingkat distributor maupun pengecer.

“Harga pabrik tidak naik. Yang terjadi adalah kelangkaan pasokan di Aceh Tengah sehingga harga di lapangan menjadi lebih mahal,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menurunkan tim guna mengidentifikasi penyebab kelangkaan sekaligus mempercepat penanganannya melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

Pemerintah daerah juga berkomunikasi dengan PT Solusi Bangun Andalas (Semen Andalas) di Lhoknga serta Ombudsman agar distribusi semen ke Aceh Tengah kembali normal.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak pabrik Semen Andalas di Lhoknga serta Ombudsman agar distribusi semen ke Aceh Tengah dapat kembali lancar, stok tersedia, dan harga kembali normal,” kata Abrar.

Pemkab Aceh Tengah berharap distribusi semen segera pulih sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan berbagai proyek pembangunan tidak lagi terganggu.

Related posts