BNN Sebut Pabrik Sabu di Pidie Baru 15 Hari Beroperasi

(DOK. BNN)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Baru 15 hari beroperasi, laboratorium rahasia (clandestine lab) pembuat sabu di Kabupaten Pidie, Aceh, keburu dibongkar aparat gabungan.

Meski tergolong baru, pabrik illicit tersebut melaju pesat dalam memproduksi narkotika skala besar.

Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Andri Irniadi mengungkapkan, singkatnya masa operasi tempat tersebut tak menghalangi laju produksinya. Pasalnya, para pelaku telah menyiapkan peralatan lengkap beserta bahan baku siap olah.

“Baru 15 hari pabrik beroperasi. Tapi dinamika pekerjaannya itu cukup cepat karena banyak bahan-bahan yang sudah ready atau sudah siap,” kata Andri di Pidie, Jumat (23/10).

Baca: Ahli Kimia Peracik Sabu Asal Tiongkok Ditangkap di Pabrik Sabu Pidie

Siasat para pelaku yang memanfaatkan waktu dua pekan tersebut akhirnya terhenti setelah aparat gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai melancarkan operasi serentak di lima titik.

Dari hasil penggerebekan, petugas menciduk 11 orang tersangka, termasuk dua warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM yang diduga terlibat kuat dalam operasional laboratorium. Sembilan tersangka lainnya merupakan WNI asal Aceh.

Dari lokasi pengungkapan, petugas menyita barang bukti yang tergolong fantastis untuk ukuran pabrik yang baru berdiri setengah bulan, yakni 500 kilogram narkotika dan 20 drum sabu cair.

Andri menyatakan BNN kini tengah memburu anggota jaringan lain yang masih melarikan diri untuk membongkar tuntas sindikat di balik clandestine lab tersebut.

“Semua bisa kita ungkap walaupun masih ada yang buron, mudah-mudahan bisa ketangkap semua,” tegasnya.

Related posts