Ketua DPS Bank Aceh: Sistem Bagi Hasil Sesuai Syariat Islam

Ketua DPS Bank Aceh: Sistem Bagi Hasil Sesuai Syariat Islam
Workshop Kesiapan Bank Aceh Menuju Konversi ke Syariah yang digelar di hotel 88 The Ajteh, Lamdingin, Banda Aceh, Selasa (19/1) (Kanal Aceh/Aidil Saputra)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (Kanal Aceh) – Sistem bunga bank konvensional dinilai riba yang menyebabkan pelakunya berdosa. Karena itu, kehadiran bank syariah di Aceh yang menerapkan sistem bagi hasil menjadi pembeda dibandingkan dengan sistem bunga bank konvensional. Hal tersebut disampaikan ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Aceh, Tgk. Muslim Ibrahim dalam workshop Kesiapan Bank Aceh Menuju Konversi ke Syariah yang digelar di hotel 88 The Ajteh, Lamdingin, Banda Aceh, Selasa (19/1).

“Sesuai dengan itu, maka bank syariah menerapkan sistem bagi hasil antara pihak bank dengan nasabah. Ini sesuai syariat Islam yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan bila dilihat perbedaan dari keuntungan, bank konvensional menekankan pada keuntungan yang sebesar-besarnya dan seringkali mengabaikan kerugian nasabah.

Ads

“Bank syariah memegang prinsip bahwa keuntungan bukan segalanya. Unsur bahagia dunia akhirat lebih ditekankan daripada prinsip keinginan untuk menumpuk profit,” ujar Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh itu.

loading...

Baca juga:

Konversi Bank Aceh ke syariah tuntas Agustus 2016

Bank Aceh Raih Anugerah Perbankan Award 2015


Sementara, Ketua Fraksi Gerindra-PKS DPR Aceh, Abdurrahman Ahmad mengatakan masih banyak yang tidak senang dan ragu-ragu dalam pengalihan Bank Aceh konvensional menuju syariah.

“Masih banyak yang tidak senang dan ragu terhadap kehadiran bank syariah milik pemerintah daerah,” katanya saat sesi diskusi.

Karena itu, menurut Abdurrahman hal tersebut harus disosialisasikan secara lebih luas untuk menunjukkan kepada masyarakat perihal perbedaan sistem bank syariah dengan sistem bank konvensional.

Turut hadir dalam workshop tersebut ketua fraksi Partai Aceh, Kautsar M Yus, ketua tim konservasi Bank Aceh, Azhari Hasan, dan staf ahli gubernur, M Jafar. (Aidil Saputra)

Ads