Gubernur Aceh Terima Hibah Asrama Mahasiswa di Jawa

  • Whatsapp
Gubernur Aceh Terima Hibah Asrama Mahasiswa di Jawa
Guberur Aceh, Zaini Abdulah bersama Ketua Dewan pembina yayasan Gerbang Anak Sejahtera (GAS), Hasan Saad, menandatangani serah-terima hibah tanah dan bangunan Asrama Putri Pocut Baren dari yayasan GAS dan Yayasan Rahmania Fortuna (RF) kepada Pemerintah Aceh di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/1) (Dok. Humas Aceh)

Banda Aceh (Kanal Aceh) – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menerima hibah berupa tanah dan bangunan lima Asrama Putri Pocut Baren di Depok, Yogyakarta, Bandung, Malang dan Bogor untuk dijadikan sebagai tempat penginapan bagi mahasiswa asal Aceh yang melanjutkan pendidikan tinggi di kota-kota tersebut.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerbang Anak Sejahtera (GAS), Hasan Saad menyerahkan secara langsung hibah kelima asrama tersebut melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Pemerintah Aceh dan pihak yayasan di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Rabu (20/1).

Zaini Abdullah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus yayasan karena telah menyahuti surat himbauan yang dikirimkannya beberapa waktu lalu kepada pengelola asrama mahasiswa Aceh, baik yayasan mau pun perkumpulan masyarakat Aceh di pulau Jawa.

“Dalam surat tersebut juga dinyatakan pihak pengelola dapat meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mengamankan, memelihara dan mengelola asrama tersebut dengan terlebih dahulu mengalihkan aset asrama kepada Pemerintah Aceh,” ujar Zaini.


Berita terkait:

Gubernur Aceh terima kunjungan Dubes RI untuk Swedia

Finlandia Tanyakan Soal Din Minimi Kepada Gubernur Aceh


Menurut Zaini, keberadaan asrama tersebut cukup penting bagi para mahasiswa terutama bagi mahasiswa Aceh yang kurang mampu. Diharapkan asrama tersebut mampu menjadi tempat tinggal yang layak dan aman serta melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh negatif selama berada di sana.

Ketua Dewan Pembina Yayasan GAS, Hasan Saad mengatakan pihaknya sangat mengharapkan peran Pemerintah Aceh dalam mengelola dan memelihara asrama-asrama mahasiswa Aceh yang ada di luar Aceh.

“Sebelumnya Yayasan GAS mengelola empat asrama di Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Malang. Sedangkan Yayasan Rahmania Fortuna mengelola satu asrama di Depok. Hari ini kita serahkan sepenuhnya aset asrama tersebut kepada Pemerintah Aceh untuk pengelolaan dan pemeliharaan
yang lebih baik,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi asrama-asrama yang dibangun sekitar tahun 2003 tersebut pada umumnya dalam keadaan baik dan didirikan dari hasil sumbangan masyarakat serta pengurus yang mayoritas merupakan para mantan direktur di PT. Arun dan Pertamina.

“Kami memutuskan untuk menyerahkan lima aset Asrama Putri Pocut Baren kepada Pemerintah Aceh dengan harapan pemerintah dapat memastikan pengelolaan dan pemeliharaan berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Aceh yang melanjutkan pendidikan ke luar Aceh,” katanya.

Hasan turut menjelaskan bahwa asrama-asrama yang diserahkannya itu berada di lokasi yang sangat strategis. “Seperti asrama di Depok sangat dekat dengan kampus UI (Universitas Indonesia), sedangkan yang di Yogyakarta dekat dengan UGM (Universitas Gajah Mada) dan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Di Bandung, asrama berada di kawasan Jatinangor yang dekat dengan kampus-kampus seperti ITB (Institut Teknologi Bandung), Unpad (Universitas Padjajaran) dan universitas lainnya.” []

Related posts