Yasanah, putri Gayo juara 3 tilawah MTQ ke-26

Yasarah (kanan) bersama dengan pembimbingnya Tgk. Azhar Azis (kiri)‎ di sela acara pelepasan JCH Aceh Tengah ke Banda Aceh. (Ist)
--Ads--
loading...

Takengon (KANALACEH.COM) – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh putri asal Gayo Aceh Tengah dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-26 di Nusa Tenggara Barat yang berlangsung 28 Juli hingga 6 Agustus lalu.

Namanya Yasarah, putri bungsu dari Misbahuddin dan Salamah ini mampu menyabet juara tiga cabang Tilawah Remaja Putri tingkat nasional mewakili Provinsi Aceh.

Menurut pembimbing Yasarah, Tgk Azhar Azis prestasi yang diraih oleh mahasiswi semester III Fakultas Kedokteran Unsyiah merupakan penantian sejarah yang sangat panjang.

Ads

“Dulu dari Aceh Tengah pernah ada nama Zuraidah M. Din yang meraih Juara pertama Tilawah Remaja Putri pada MTQ Nasional ke-12 di Banda Aceh pada tahun 1981,” ungkap Azhar Azis, Rabu (10/8) di sela pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Aceh Tengah.

Azhar tidak ikut langsung mendampingi Yasarah selama pelaksanaan MTQ, namun dia mengaku secara intens berkomunikasi dengan Yasarah untuk memberi dorongan dan motivasi agar remaja putri itu lebih percaya diri.

“Untuk babak final lebih sulit, karena Maqrak diberikan 15 menit sebelum tampil, namun syukur Yasarah mampu mengatasi kesulitan itu,” ujar Azhar yang merencanakan Yasarah dapat tampil di cabang Tilawah Dewasa Putri pada MTQ kedepan.

loading...

Sementara Yasarah ketika ditanya tanggapannya mengungkapkan perasaan sedikit gugup ketika memasuki babak final, karena suasana panggung utama MTQ begitu semarak diramaikan penonton.

“Agak gugup juga, karena masyarakat yang menjadi penonton sangat antusias, bahkan sampai ke depan-depan, apalagi waktu itu tampil pertama,” ujar Yasarah yang hari itu didaulat untuk membaca beberapa Ayat Alquran ‎dalam seremoni pelepasan JCH Aceh Tengah .

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengungkapkan suatu kebanggaan bagi Aceh dan Aceh Tengah khususnya.

“Ananda Yasarah telah mampu berprestasi di level nasional, ini sangat jarang terjadi, apalagi bagi Aceh Tengah terakhir pada tahun 1981, jelas suatu prestasi yang membanggakan, bagi Yasarah sendiri, bagi orang tuanya, pihak keluarga, dan masyarakat Aceh Tengah tentunya,” kata Nasaruddin. [Sammy/rel]

Ads