Gubernur Aceh: Perguruan Tinggi harus didik mahasiswa jadi tenaga terampil

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dan Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal berbincang sambil melihat foto-foto Gubernur Aceh sepanjang masa saat tiba mengikuti jamuan makan malam di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Jumat malam 21 Oktober 2016.

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan, perguruan tinggi punya peran penting dalam mendidik mahasiswa agar menjadi tenaga teampil yang berkualitas, sehingga ketika  proses belajar selesai tidak hanya  menjadi pencari kerja tapi juga menciptakan lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh pada acara temu ramah dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Indonesia, Prof Muhammad Nasir dan Rektor dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Pendopo Gubernur, Jumat (21/10) malam.

“Setiap tahun ada ribuan sarjana baru, tapi banyak diantara mereka kesulitan mencari kerja karena tidak ada keterampilan,” kata Zaini.

Untuk menghasilkan tenaga kerja terampil kata Zaini, Pemerintah Aceh mencoba melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan memperbanyak lembaga pendidikan vokasi.

“Saat ini kita sedang menyiapkan roadmap dan blue-printnya, kita harap lembaga ini nanti mampu melahirkan tenaga muda terampil yang siap kerja,” ujar Zaini.

Selain itu, Zaini Abdullah juga menyampaikan, perguruan tinggi yang sudah ada saat ini juga dapat membekali mahasiswa dengan kewirausahaan dan memperkuat kurikulum vokasi sesuai dengan bidang masing-masing.

“Saya yakin dengan metode ini Perguruan tinggi mampu melahirkan Sumber Daya Manusia berkualitas,” kata Zaini.

Sementara itu, Menristekdikti, Prof Muhammad Nasir mengatakan akan terus mendorong para rektor di seluruh Perguruan Tinggi Negeri untuk meningkatkan kualitas sehingga mengasilkan lulusan yang terampill dan mampu bersaing.

“Agar lulusan perguruan tinggi mampu bersaing, maka pendidikan vokasi ini perlu di dorong baik mulai dari tingkat menengah maupun politeknik,” ujarnya.

Muhammad Nasir mengatakan, ke depan sebanyak 50 persen dosen pendidikan vokasi harus dari industri sehingga menciptakan tenaga kerja yang mampu berkompetisi. [Aidil/rel]

Related posts