Ustadz Ini Beri Hadiah Umroh Kepada Ayah Rina

Bukhari, Ayah dari almarhum Rina Maharimi. (Kanal Aceh/Randi)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ayah Rina Muharami, Bukhari dikabarkan mendapat hadiah umroh dari Ustadz Adi Hiidayat. Kabar bahagia itu disampaikannya lewat video yang diunggah di media sosial miliknya dan sudah viral.

Dalam video berdurasi 1:00 menit itu, ternyata Ustadz Adi Hidayat sudah mendengar dan membaca kabar tentang Bukhari, yang rela datang untuk mengambil ijazah anaknya, di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, pada Rabu kemarin (27/2).

Baca: Sosok Rina di Mata Ayahnya: Dia Pintar Bahasa Jepang dan Guru Ngaji 

Ads

Ia menilai, sosok Bukhari bisa menjadi teladan bagi orang tua dan mahasiswa lainnya yang ada di Indonesia.

Instagram @ustadzadihidayat

Hari ini muncul di berita, ada seorang ayah yang menghadiri wisuda Namanya bapak Bukhari beliau dari Aceh, dia menghadiri wisuda putrinya, tapi hanya bisa melihat putra putri anak orang lain, karena anaknya sendiri saat telah menyelesaikan tugasnya sebagai pelajar beberapa hari kemudian wafat, dan ayahnya tetap datang menampilkan segala kehormatan yang telah membiayai anaknya, datang membawa ijazahnya,” kata Ustadz Adi Nurhidayat seperti dikutip dalam video yang beredar viral di Media Sosial.

Baca: Mengharukan, Ayah Ambil Ijazah Anak yang Telah Meninggal di Acara Wisuda

Iya juga akan menghadiahi Bukhari untuk berangkat ibadah Umroh, karena ia kagum dengan sosok Bukhari.

“Tolong sampaikan kami berikan berita gembira, Insya Allah, orang tua mulia ini kami hadiahi Insya Allah ibadah umroh, untuk ayahnya yang hebat itu, karena telah menyiapkan dirinya menginspirasi pelajar-pelajar, demikian lah ayah yang hebat,” ujarnya lagi. klik Videonya disini

Baca: Sosok Rina Muharrami Dimata Sahabat: Dia Menginspirasi

Diberitakan sebelumnya, kisah mengharukan itu terjadi saat acara wisuda ke II di UIN Arraniry pada Rabu (27/2). Seorang mahasiswi yang saat itu seharusnya datang pada puncak kebahagian saat wisuda, justru diwakili Ayahnya.

Rina Muharami, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Ia dinyatakan meninggal tiga belas hari setelah menjalani sidang skripsi sarjana di UIN Ar-Raniry. [Randi]