Dewan Abdya Dukung Fatwa MPU Haramkan Game PUBG

Ilustrasi. (jatimnet.online)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Yusran mendukung penuh terkait fatwa haram main game PUBG, yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Fatwa tersebut sangat rasional, kata Yusran jika dilihat kondisi generasi muda hari ini yang sudah terlampau ketagihan game tersebut.

“Saya mendukung penuh fatwa tersebut, sebab kondisi generasi muda hari sangat memprihatinkan. Jika kita lihat diwarung-warung hampir 80 persennya generasi muda kita disibukkan dengan game PUBG, bahkan lupa dengan waktu,” ungkap Yusran.

Ads

Baca: MPU Aceh Keluarkan Fatwa Haram Main PUBG

Hadirnya game PUBG juga dapat merenggangkan silaturrahmi antar sesama. Selain itu, game tersebut juga sudah mewabah ke anak-anak yang seharusnya masih fokus dalam dunia pendidikan.

Baca: PUBG Diharamkan, Bagaimana Nasib Atlet eSport Aceh?

“Tentu fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh sudah ada kajian-kajian yang mendalam, sehingga ulama kita bersepakat untuk mengharamkan game tersebut. Apalagi, game itu sudah mewabah ke anak-anak, tentu ini sangat mengkhawatirkan kita sebagai orang tua,” ujarnya.

Yusran berharap agar para orang tua, dan elemen masyarakat untuk sama-sama saling mengawasi generasi muda dari pengaruh game yang besar mudharatnya tersebut. Agar generasi Kabupaten Abdya dapat kiranya menjadi generasi produktif untuk kedepannya.

“Tentu pengawasan dari orang tua menajdi hal utama dalam menjaga anak-anak. Sebab orang tua merupakan madrasah bagi perkembangan pertumbuhan anak. Kita berharap agar persoalan game ini menjadi tanggung jawab bersama supaya generasi kita kedepan menjadi generasi produktif,” pungkas politisi Nasdem itu. [Jimi Pratama]