Rudiantara Nilai Banda Aceh Layak Jadi Smart City

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Rudiantara menyebut Kota Banda Aceh sudah layak dan memiliki kapasitas untuk menerapkan program smart city.

Ia menilai, dari 514 kabupaten/kota yang berpotensi terapkan program smart city, Kota Banda Aceh masuk dalam 100 kota dalam gerakan smart city Indonesia. Kata dia, tidak mudah untuk bisa masuk dalam 100 besar, harus ada syarat dan kemampuan fiscal daerah.

“Salah satu syaratnya yakni kemampuan ruang fiskal APBD dikurangi biaya rutin atau biaya yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan. Terus kotanya sustainable atau tidak. Dan Banda Aceh saya nilai layak dan punya kapasitas untuk menerapkan program smart city,” kata Rudiantara usai menandatangani MoU kerja sama dengan Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Aula Pemko Banda Aceh, Selasa (30/7).

Ads

Ia berpesan, untuk menuju smart city, pemerintah daerah untuk berkerjasama dengan pihak ketiga dalam bangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Kemudian, menerbitkan Peraturan Walikota untuk mengatur semua kabel utilitas harus di bawah tanah.

Infrastruktur tersebut katanya menjadi pondasi smart city. Rudiantara juga mendorong pemanfaatan TIK di segara sektor pembangunan. Misalnya di sektor kesehatan.

“Disediakan internet di setiap puskesmas sehingga data semua pasien terinput. Jadi saat hendak berobat, masyarakat tidak ditanya lagi soal administrasi tapi langsung ke keluhan pasien. Begitu juga di sekolah-sekolah dan kantor pemerintah. Dengan program smart city, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik,” ucapnya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta kepada Menkominfo untuk membantu pembangunan Gedung Network Operating Center yang representatif di Banda Aceh. Gedung itu, kata dia untuk mengawasi dan mengendalikan aktivitas jaringan di semua layanan data diperkantoran.

“Kami harap agar Pak Menteri berkenan membentuk atau menyetujui pembentukan Aceh Internet Exchange di Kota Banda Aceh. Hal ini tak lain dan tak bukan agar kecepatan internet di Aceh setara dengan daerah lain di Indonesia,” ucapnya. [Randi/rel]