Diduga Sesat, Warga Amankan Pria yang Mengaku Wafat 7 Kali di Makam Syiah Kuala

IST
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Personel Polsek Kuta Alam mengamankan sejumlah lelaki yang diduga melakukan kegiatan aliran sesat di sekitar Komplek Makam Syiah Kuala, Banda Aceh pada Rabu malam, (7/8).

Sehingga warga langsung menggruduk kegiatan itu dan mengamankan Muhammad Yahya, seorang inisiator dari kegiatan tersebut.

Kapolsek Kuta Alam, AKP Edi Saputra mengatakan, peristiwa ini awalnya diketahui dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan yang diduga sesat.

Ads

Atas informasi itu, pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan pria tersebut dari amukan massa. Sejumlah lelaki yang ikut kegiatan itu pun langsung diamankan sementara ke Mapolsek Syiah Kuala.

Kemudian pihaknya melakukan musyawarah antara kepolisian dengan MPU Kota Banda Aceh dan sejumlah pihak terkait lainnya. Untuk mengetahui kajian tersebut.

“Hasil koordinasi ini yaitu setiap ada pengajian di wilayah Banda Aceh, khususnya di Komplek Makam Syiah Kuala agar melaporkan kepada perangkat gampong setempat. Terkait kajian yang diduga aliran sesat ini akan dikaji ulang oleh MPU Kota Banda Aceh dan akan dilakukan pendalaman di kantor MPU terhadap mereka,” kata Edi saat dikonfirmasi, Kamis (8/8).

Para lelaki yang diamankan yakni Muhammad Yahya yang diamankan di Mapolsek Syiah Kuala guna penyelidikan lebih lanjut. Kemudian, Zakaria yang dijamin dan diberikan pembinaan oleh Ketua Mukim Syiah Kuala, Tgk Zainuddin Ubit. Kemudian pria lainnya bernama Alfi yang sementara dititipkan kepada keluarga.

Muhammad Yahya yang meimimpin kegiatan itu mengaku dirinya telah mengalami kematian sebanyak tujuh kali, dengan kematian terakhir bertemu yang dengan Allah dan bertemu dengan Rasulullah sebanyak 22 kali.

Ia juga mengaku didatangi oleh Abu Bakar yang kemudian diperintahkan oleh Syeikh-Abdurrauf supaya beliau bertaubat. Pengakuan lainnya, dirinya tak pernah mempelajari ilmu pengetahuan agama dan tidak pernah mengajar. Abi Yahya hanya mendapatkan ilmu melalui ilham kemudian mengajarkannya kepada masyarakat.

Sementara, Ustad Fahmi Sofyan yang hadir dalam pembahasan tersebut mengatakan, pengajian Abi Yahya untuk wilayah kota Banda Aceh belum dikenal dan untuk menghindarkan ekses dan konflik dalam masyarakat yang tidak diinginkan sebaiknya dihentikan.

“Mengajarkan orang lain tanpa adanya ilmu adalah sesat dan menyesatkan, maka tidak dibenarkan dalam Islam,” katanya.

Wakil Ketua I MPU Kota Banda Aceh, Tgk Tu Bulqaini mengatakan, ilmu ajaran Abi Muhammad Yahya diperoleh dari data-data yang sebahagiannya didapat di media sosial seperti Youtube yang sangat membahayakan. Menurutnya, apa yang disampaikan tidak ditemukan dalilnya.

“Surat arahan akan kita keluarkan tembusan kepada Polsek, kasus Abi Yahya bukan kepada penodaan agama, tetapi pendangkalan aqidah, sehingga ini kita arahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh,” katanya. [Randi]