Akibat Kabut Asap Warga di Tamiang dan Langsa Mulai Terkena Gejala ISPA

BPBA membagikan 5.000 masker bagi pengendara. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kabut asap yang menyelimuti Aceh sepekan terakhir membuat warga di Aceh Tenggara dan Kota Langsa mulai terkena gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Bahkan di wilayah itu, hari ini jarak pandang mencapai 100-300 meter. Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Muhammad Syahril menjelaskan, wilayah terparah kabut asap berada di perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

“Mulai hari ini asapnya semakin pekat, yang terparah di wilayah Aceh Tamiang, Langsa dan perbatasan, malah disana ada yang sudah terkena gejala ISPA dan perih mata,” ujarnya kepada wartawan usai membagikan 5.000 masker di Kawasan Simpang Lima.

Ads

Apalagi, kata dia, saking pekatnya asap, langit disana sudah mulai memerah, sama halnya dengan yang terjadi di Jambi baru-baru ini. “Jarak pandang disana hanya 100-300 meter, langit pun sudah mulai memerah,” ujarnya.

Pantauan di Banda Aceh, kabut asap semakin pekat dan jarak pandang mulai berkurang. Hal ini berbeda saat pagi hari, yang masih tampak cerah.

Kepala Seksi Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balang Bintang, Aceh Besar, Zakaria memperkirakan, kabut asap yang menyelimuti Aceh, merupakan asap kiriman dari musibah kebakaran dan lahan di Sumatera.

“Untuk asal kabut asap, kami memperkirakan masih merupakan asap kiriman dari musibah kebakaran hutan dan lahan beberapa propinsi lain di Sumatera,” kata dia. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM)– Kabut asap kiriman yang menyelimuti Aceh sepekan terakhir mulai tebal. Sehingga seorang nelayan dilaporkan kehilangan arah saat hendak pulang melaut karena kabut asap. – Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengatakan, seorang nelayan itu berasal dari Sabang. Saat itu, ia perjalanan pulang tapi tidak sampai ke pelabuhan perikanan Sabang, karena tebalnya asap di perairan tersebut. – “Nelayan tersebut awalnya menelepon keluarganya, bahwa dia sudah dalam perjalanan pulang tetapi sampai saat ini belum sampai ke pelabuhan perikanan Sabang,” kata Miftach saat dikonfirmasi, Senin, 23 September 2019. – Untuk itu, ia mengimbau seluruh nelayan yang tidak memiliki alat penunjuk arah, agar tidak terlalu jauh pergi melaut menangkap ikan. Sebab, kata dia kabut asap mulai menyelimuti Aceh. – “Kalau kabut sudah hilang (normal) baru nelayan boleh melakukan aktifitas seperti biasa,” ujarnnya. – Di berbagai daerah di Aceh mulai membagikan masker bagi warga. Wilayah yang terpapar kabut asap yang parah meliputi daerah, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, Lhokseumawe, Langsa dan Aceh Utara. . ——————————— #aceh #asap #kabut #sabang #acehsingkil #acehtimur #acehBarat #acehutara #sabang #subulussalam #bandaaceh #acehjaya #abdya #naganraya #karhutla #kabaraceh

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on