Jemaah Umrah di Aceh yang Gagal Berangkat Akan Dikembalikan ke Daerahnya

4 cara mengenali perusahaan Umrah abal-abal atau bukan
Jutaan warga Muslim dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (11/2/2015) dini hari waktu setempat. (Kompas)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menindaklanjuti penangguhan sementara kedatangan jemaah umrah ke Arab Saudi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona, PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, melakukan koordinasi dengan maskapai untuk memberikan asistensi kepada jemaah umrah yang sudah terlanjur tiba di bandara, namun tidak diberangkatkan.

Manager of Airport & Service Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Surkani mengatakan, jika terdapat jemaah umrah yang sudah tiba namun tidak jadi berangkat, pihaknya akan mengembalikan ke daerah masing-masing.

“Kepada jemaah umrah yang terlanjur tiba di bandara, dilakukan asistensi agar proses kembali pulang ke tempat asal masing-masing dapat berjalan lancar,” kata Surkani dalam keterangannya, Jumat (28/2). Pihaknya juga mengimbau agar para jemaah yang hendak berangkat untuk berkoordinasi terlebih dulu dengan biro perjalanan.

Ads

Baca: Visa Disetop Arab Saudi, Biro Perjalanan Umrah di Aceh: Semoga Tidak Lama

“Kepada jemaah umrah yang belum tiba di bandara kami imbau untuk berkoordinasi dengan agen perjalanan guna mempersiapkan segala sesuatunya,” kata Surkani. Pihaknya akan selalu memonitor perkembangan jemaah yang akan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda.

Baca: Alasan Arab Saudi Hentikan Sementara Kunjungan Umrah

Sementara itu, General Manager Iskandaria Group Umrah dan Travel, Herdiansyah mengakui kebijakan yang dikeluarkan oleh Arab Saudi tentu berdampak bagi pemilik travel, apalagi yang dalam waktu dekat akan melangsungkan penerbangan ke Mekkah.

Kebijakan itu, kata dia, membuat pihaknya harus memberi pengertian lebih kepada jemaah yang hendak berangkat. Bahkan, sudah ada jemaah dari biro perjalanannya yang menanyakan kepastian kapan akan berangkat.

“Kita ada jemaah tanggal 29 Februari harusnya berangkat, tapi pihak air line memberi kelonggaran untuk di schedule. Jemaah sudah kita sampaikan, satu dua orang ada yang tanya tanya ke kita, tapi kita sudah klarifikasi. Mereka (jamaah) memahami, akan hal ini. Harapan kita ini tidak terlalu lama,” ucapnya.

Namun, ia juga berharap ada kepastian dari Arab Saudi kapan pencabutan itu ditarik kembali, agar tidak ada pihak yang dirugikan. Karena, dia meyakini banyak agen travel lainnya yang masih bertanya-tanya soal kepastian larangan itu dicabut kembali.

“Karena ini sifatnya sementara dan bukan permanen, kita harap tidak lama. Kita juga butuh kepastian dari Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya. [Rand]