75 Santri di Magetan Pulang Kampung ke Aceh, 3 Positif Corona

Coronavirus, ilustrasi. (suara)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) —Tiga warga Aceh Tamiang yang ‘nyantri’ di Pondok Pesantren (Pompes) Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, positif Covid-19.

Menyusul santri AJ dan MAH, santri MF juga positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Balai Litbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani.

Ads

Menurut Saifullah yang akrab disapa SAG itu, laki-laki 19 tahun itu selama ini belajar di Pompes Temboro dan pulang ke Aceh bersama AJ, MAH, dan teman-temannya yang lain.

Baca: Satu Santri Asal Aceh Tamiang Kembali Terkonfirmasi Positif Corona

“MAH sudah negatif dan sembuh kemarin. Mereka sama-sama nyantri di Pompes Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jatim,” kata SAG.

Menurut data Gugus Tugas Covid-19 Aceh Bidang Kesehatan, sebanyak 75 orang santri yang mondok di Pompes Al-Fatah Temboro, Magetan, Jatim, telah pulang ke Aceh. Mereka menyebar di sejumlah kabupaten/kita di Aceh.

SAG menjelaskan, MF dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh (RSUDZA) dari RSUD Pemkab Aceh Tamiang pada 24 Maret 2020, karena hasil rapid tes di RSUD Aceh Tamiang menunjukkan tanda reaktif dan memiliki gejala peneumonia.

Di RSUDZA, tim medis melakukan rontgen thorax dan mengambil swab pertama MF pada 26 April 2020. Pemeriksaan terhadap cairan tenggorokan dan cairan hidung MF tersebut hasilnya negatif.

Sesuai prosedur penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata SAG, hasil swab pertama dikonfirmasi lagi dengan uji swab kedua. Tim Medis RSUDZA mengambil lagi cairan tenggorokan dan cairan hidung MF pada 30 April 2020. Pemeriksaan dengan sistem RT-PCR di Balai Litbangkes Aceh, ternyata MF konfirmasi positif Covid-19 pada 03 Mei 2020.

“MF kini dirawat di Pinere, RSUDZA. Keluarga tidak perlu panik dan cemas berlebihan. MF akan sembuh seperti delapan pasien Covid-19 lainnya,” kata Juru Bicara yang juga Magister Kesehatan Masyarakat bidang Epidemiologi Komunitas itu.

Selanjutnya SAG mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Bidang Kesehatan Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang akan menerapkan protokol kesehatan terhadap keluarga dan kontak erat MF di Aceh Tamiang.

“Ikuti saja protokol tersebut. Para santri yang pulang dari klaster Magetan juga akan diambil swab untuk diperiksa dengan RT-PCR oleh Gugus Tugas Covid-19, karena sudah tiga orang terbukti terinfeksi dengan virus corona,” katanya. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman berharap Plt Gubernur Aceh segera ‘merumahkan’ alias menggantikan para kepala SKPA atau kepala Biro, yang tidak terlibat aktif dalam penanganan pandemi Covid-19 di Aceh. Selama ini, hanya terlihat beberapa SKPA yang terlihat tak kenal lelah dalam mengurus sejumlah persoalan selama pandemi Corona Virus. “Di bidang kesehatan, Dinkes dan RSUZA cukup luar biasa bekerja melayani semua pasien, bahkan merelakan nyawa mereka sendiri, ini patut kita apresiasi kepada mereka serta seluruh para pekerja kesehatan yang ada di Aceh,” ujarnya Sabtu (2/5). Menurut Sulaiman, dalam segi penanganan kebutuhan pokok masyarakat yang berdampak dari pandemi Covid-19 menurutnya, Dinas Sosial Aceh sudah bekerja luar biasa dalam mendistribusikan paket sembako kepada masyarakat yang berdampak. Disamping itu para penggerak PKK ditingkat provinsi, kata dia juga sudah bekerja maksimal dalam mengantarkan paket sembako baik untuk masyarakat berdampak, maupun kepada keluarga para tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan pasien Covid-19. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #paketsembakomurah #dpra #timpenanganancorona #gugustugascovid19 #pandemiccorona #cegahcorona #antisipasi #kesehatan #dinkes

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads