Dyah Tinjau Lokasi Banjir Di Darul Imarah

Istri Plt Gubernur Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT meninjau titik-titik lokasi banjir di Desa Ulee Tuy, Punie dan Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu, 9/5/2020. (ist)
--Ads--
loading...

Jantho (KANALACEH.COM) – Akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dalam beberapa hari ini, menyebabkan kondisi salah satu sungai di Aceh Krueng Daroy meluap sehingga menggenangi sejumlah gampong di Kecamatan Darul Imarah.

Oleh sebab itu, Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati bersama dengan Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, meninjau langsung beberapa lokasi yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (9/5). Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi banjir yang menggenangi permukiman warga tersebut, megingat saat ini sedang memasuki Bulan Ramadhan sehingga akan mengganggu ibadah masyarakat. Sebab itu, Dyah menyarankan agar Dinsos Aceh membuatkan posko pengungsian kedua untuk menampung warga yang terdampak banjir.

Ads

“Kondisi hujan saat ini kan tidak pasti, jadi harus ada back up posko agar masyarakat mudah mengevakuasi diri,” kata Dyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri megatakan, rencananya posko kedua tersebut akan dibuat di Gampong Ulee Tuy, tepatnya di Dayah Tanzibul Fata.

Ia mengatakan, kondisi bangunan dayah yang memiiki dua lantai tersebut di anggap sangat cocok untuk dijadikan posko pengungsiaan di masa banjir, sehingga masyarakat dapat tinggal sementara dan terhindar dari banjir.

“Nantinya akan dibantu oleh pihak TNI untuk menyediakan beberapa peralatan untuk pembangunan posko,” kata Alhudri.

Salah satu warga Gampong Permata Punie yang terdampak banjir, Damanik, mengatakan bahwa setiap kali hujan menguyur kawasannnya maka air akan menggenai desanya.

ia mengungkapkan, itu disebakan oleh kondisi irigasi dan drainase di kawasan desanya yang mulai dangkal sehingga memperparah kondisi banjir di daerahnya. Oleh sebabnya ia meminta agar irigasi di kawasanya dapat di normalisasi kembali.

“Harus dinormalisasi irigasi, kareana kapasitas irigasi kita di sini seharusnya memiiliki kedalaman 3 meter, tapi sekarang 1 meter pun tidak sampai,” ujarnya.

loading...

Maka itu, kata Damanik, jika  irigasi sudah dapat di normalisasi kembali dengan memperdalam irigasi hingga 3 meter, ia menyakini, air tidak akan meluap lagi dan masyarakat akan terhindar dari banjir. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Bantuan Sosial (Bansos) dampak Covid-19 di Kabupaten Aceh Singkil segera disalurkan. Seluruh Kepala Desa (Kades) diharapkan untuk memberikan data ke Dinas Sosial setempat, mengenai siapa saja warganya yang berhak menerima bantuan ini. Alih-alih memberikan data, Kades dipusingkan dengan data usulan yang diajukan desa tidak sesuai dengan data penyaluran yang dikeluarkan pihak Pemkab. Hal ini membuat sejumlah Kepala Desa, kelimpungan. Seperti diungkapkan oleh Kepala Desa Gosong Telaga Utara, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, Mohd Dhin, meski beberapa desa di Kabupaten Aceh Singkil sudah ada yang tercatat sebagai penerima Bansos, namun desanya hingga kini belum kelar dalam pendataan. Dhin mempertanyakan update data terbaru warga miskin yang dilakukan oleh pihak dinas. “Pengupdatean dari pusat ini gimana, itu data masih data tahun lama, tahun 2015 ,” ujar Dhin, Sabtu (9/5). Dhin mencontohkan tahun 2015, terdapat masyarakatnya yang belum menjadi PNS namun sekarang sudah menjadi PNS, setiap tahun masyarakatnya banyak yang pindah. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #datapenduduk #pns #wargaluar #wargapindahan #masyarakat #datalama #bansos #sembako #kades

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads