Dampak Corona, Pedagang di Pantai Cemara Aceh Singkil Harapkan Bantuan Pemerintah 

(Kanal Aceh/Khadafi)
--Ads--
loading...

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Sejak mewabahnya virus Corona membuat Pemkab Aceh Singkil menutup seluruh tempat wisata. Pedagang di Pantai Cemara Indah terpaksa meminjam uang terhadap rentenir untuk bertahan hidup.

Salah satu pedagang, Nining yang merupakan pedagang makanan dan minuman di kawasan Pantai Cemara Indah, telah menutup warungnya sejak sebulan yang lalu.

“Saya sudah sekitar sebelum meugang puasa kira – kira sebulan ini tutup total, jadi pengunjung juga tidak ada,” kata Nining, Selasa (19/5).

Ads

Akibatnya, Nining tidak memiliki pemasukan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Terlebih, dia menggantungkan rezeki dari berdagang di kawasan Pantai Cemara Indah, Gosong Telaga, Singkil Utara.

“Jadi pendapatan saya ya tidak ada, usaha lain juga tidak punya, terus kalau dipaksakan jualan juga tidak laku karena sepi pengunjung,” ujar Nining.

Karena itu, Nining terpaksa meminjam uang dari rentenir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semua itu Ia lakukan karena saat ini tidak memiliki pendapatan.

“Ngutang dari kios langganan belanja sudah tidak dikasih lagi, karena hutang lama sudah menumpuk,”

“Belum untuk membayar listrik, sebentar lagi lebaran kebutuhan meningkat, anak saya banyak ada 9 orang, masih banyak yang kecil – kecil, suami tidak bekerja,” tambah Nining

Nining berharap Pemda Aceh Singkil agar tempat wisata Pantai Cemara Indah segera dibuka sehingga ia dan pedagang lainnya dapat kembali berjualan.

Hal serupa juga dirasakan oleh Kak Dar pedagang lainnya di tempat wisata Pantai Cemara Indah.

Sebelum ditutup sementara karena Corona, setiap Sabtu dan Minggu ia mendapat pengahasilan 500 ribu. Bahkan apabila musim lebaran, berkaca pada tahun sebelumnya ia bisa memperoleh pendapatan 5 hingga 7 juta.

“Namun kini tinggal beberapa hari lagi lebaran, belum ada tanda – tanda dibuka kembali tempat wisata,” katanya.

loading...

Sementara bantuan yang dijanjikan Pemda, hingga kini belum terealisasi. Padahal kata Kak Dar, Pemkab melalui Dinas Pariwisata sudah meminta fotocopy sebanyak 65 KK. “Keperluan lebaran kami terancam, apalagi untuk bayar sewa lapak jualan,”

Kak Dar dan pedagangan lainnya di Pantai Cemara Indah dipatok sewa senilai Rp 20 ribu untuk satu meter lapak, tergantung berapa meter luas lapak dari pedagang.

“Beberapa saat yang lalu sudah pernah menanyakan ke Dinas Pariwisata, bertemu dengan Pak Syamla, katanya sedang diupayakan,” ungkap Kak Dar.

Para Pedagang di Pantai Cemara Indah saat ini berharap perhatian dari Pemda, andaikan untuk saat ini tidak bisa dibuka kembali tempat wisata, setidaknya bantuan dapat segera diterima oleh para pedagang.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Aceh Singkil Drs. Syamla membenarkan beberapa saat yang lalu pedagang datang ke kantor mempertanyakan bantuan.

“Benar ada yang datang ke saya, seyogyanya mereka ketemu dengan Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tapi kebetulan beliau tidak di tempat, ditanya ke Kabid, jawabnya sedang diupayakan,” kata Syamla.

Sementara Bupati Aceh Singkil Dulmusrid membenarkan usulan bantuan untuk pedagang di tempat wisata Pantai Cemara Indah dan Pulau Banyak, saat ini sedang dalam proses.

“Proses pencairan uangnya harus melalui tahapan, nunggu recofusing anggaran, nunggu resionalisasi anggaran, sampai disetujui Menteri baru boleh dicairkan,” kata Dulmusrid saat dikonfirmasi.

Dulmusrid menyatakan besaran bantuan yang diberikan Pemda bagi pedagang terdampak Corona di lokasi wisata senilai 500 ribu rupiah per Kepala Keluarga. (Khadafi)

Ads