Pedagang Sate di Aceh Besar Bantah Gunakan Daging Busuk

(dok. Polresta Banda Aceh)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pedagang sate yang digerebek polisi di Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar membantah telah menggunakan daging busuk untuk sate dagangannya.

MA, pedagang sate tersebut mengaku, bau busuk yang timbulkan itu berasal dari air rebusan daging yang ditampung dalam fiber dan ember belakang rumahnya. Sebab, ia tidak membuang langsung air rebusan itu karena tidak adanya saluran.

Sehingga, air rebusan itu ditampung hingga tiga hari, jika fiber penuh lalu dibuang ke saluran yang jauh dari pemukiman warga. MA mengaku, karena terlalu lama tidak dibuang, air rebusan itu menimbulkan bau tidak sedap.

Ads

“Bau busuk itu dari air rebusan daging. Jadi kita tampung dulu, tiga hari atau sudah penuh baru kita buang. Lemak ayam yang terangkat di air rebusan itu yang membuat busuk, bukan dagingnya,” kata MY saat ditemui di pasar peunayoung saat membeli ayam untuk bahan baku sate dagangannya, Jumat (5/6).

Baca: Karena Bau Busuk, Daging Ayam Milik Pedagang Sate di Aceh Besar Dimusnahkan Polisi

Ditanya kenapa tidak langsung membuang air rebusan itu, MY mengatakan bahwa transportasi untuk mengangkutnya yang jadi kendala. Kemudian saluran di rumah miliknya juga tidak ada.

“Tidak mungkin kami buang air rebusan itu sembarangan, makanya kami tampung dulu. Apalagi gerobak yang kami gunakan saja hampir roboh, jadi kami tunggu hingga ember penuh baru kami buang sekalian,” ucapnya.

Selama delapan tahun berjualan sate, belum ada pelanggannya yang komplain. Sebab, kata dia, jika sate pakai daging busuk, rasanya juga akan lain meskipun diolah pakai apapun.

Ia juga mengaku salah karena keterbatasan alat dan fasilitas, sehingga pengolahan daging sate miliknya dinilai belum layak dari sisi kebersihan. Apalagi air rebusan yang menimbulkan bau busuk hanya berjarak 5 meter dari belakang rumahnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Muspika Baitussalam dan Kepolisian, yang sudah mengingatkan dirinya untuk tetap menjaga kebersihan.

Seorang pedagang daging yang jadi langganan MA membeli bahan baku sate di pasar Peunayoung menyebutkan, MA tidak pernah membeli daging busuk. Kata dia, selama ini MA membeli daging segar.

“Tiap hari dia beli daging ayam di sini, kita pun tidak pernah jual daging yang busuk,” katanya. [Randi]

Ads