28.9 C
Banda Aceh

Terdakwa Korupsi Telur Ayam Rp 2,6 Miliar di Disnak Aceh Dituntut 8 Tahun Penjara

Headline

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar menuntut dua terdakwa korupsi hasil penjualan telur ayam dengan kerugian negara Rp2,6 miliar masing-masing delapan tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endi Ronaldi dan Taqdirullah dalam sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (12/08).

Kedua terdakwa yakni Ramli Hasan, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Aceh di Saree, Aceh Besar.

Baca: Dugaan Korupsi Telur Ayam, Dua Pejabat Dinas Peternakan Aceh Jadi Tersangka

Serta terdakwa Muhammad Nasir, staf UPTD BTNR Saree. Terdakwa Muhammad Nasir merupakan bawahan terdakwa Ramli Hasan. Sidang dengan majelis hakim diketuai Dahlan dan didampingi dua hakim anggota, masing-masing Edwar dan Juandra.

Selain menuntut pidana delapan tahun penjara, JPU juga menuntut kedua terdakwa membawa denda masing-masing Rp300 juta dengan subsidair tiga bulan penjara.

Khusus untuk terdakwa Ramli Hasan, JPU menuntut membayar uang pengganti Rp2,6 miliar. Jika terdakwa tidak membayar setelah perkara memiliki kekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita.

“Apabila terdakwa tidak memiliki harta benda, maka dipidana selama tiga tahun enam bulan. Jika terdakwa membayar kerugian negara, tetapi jumlahnya tidak cukup, masa hukuman akan disesuaikan berdasarkan jumlah yang dibayarkan,” kata JPU Endi Ronaldi seperti dilansir laman Antara.

JPU Endi Ronaldi menyebutkan kedua terbukti bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 (1) Huruf a, b, Ayat (2), dan Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Usai pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum, majelis hakim memberikan waktu kepada kedua terdakwa dan penasihat hukumnya selama dua minggu untuk menyusun pembelaan.

Terdakwa Ramli Hasan dan terdakwa Muhammad Nasir didakwa korupsi uang hasil penjualan telur produksi peternakan di UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh di Saree, Aceh Besar, dengan kerugian negara mencapai Rp2,6 miliar.

JPU menyebutkan tindak pidana korupsi yang dilakukan kedua terdakwa tidak menyetorkan uang hasil produksi peternakan ayam ke kas daerah dalam rentang waktu 2016 hingga 2018.

Seharusnya, uang hasil penjualan telur masuk sebagai pendapatan daerah. Tapi ini tidak dilakukan terdakwa. Akibat perbuatan terdakwa, negara dirugikan mencapai Rp2,6 miliar lebih,

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, penerimaan hasil penjualan telur pada 2016 Rp846 juta. Namun, yang disetor ke kas negara Rp85 juta.

Kemudian pada 2017, uang hasil penjualan telur Rp668 juta, tetapi yang disetor ke kas negara Rp60 juta. Serta pada 2018, uang hasil penjualan telur Rp11,72 miliar dan yang disetor ke kas negara Rp9,775 miliar. []

Berita Terkait

Trending

Satgas Covid Aceh Tak Paksa Warga Harus di Suntik Vaksin

Banda Aceh (KANALACEH.COM) - Tim Satgas Covid Aceh akan memulai vaksinasi pada Jumat, 15 Januari 2021.10 pejabat prioritas akan di suntik pertama lalu diikuti...

BNN Tangkap Oknum Honorer Kejari Pidie yang Pasok Sabu ke Rutan

Banda Aceh (KANALACEH.COM) - Seorang oknum honorer Kejaksaan Negeri Kabupaten Pidie, berinisial NR (41) ditangkap BNN karena pasok sabu ke Rutan Kelas IIB Benteng...

Oknum PNS Digerebek WH dari Mobil Bergoyang di Ulee Lheue

Banda Aceh (KANALACEH.COM) - Seorang oknum PNS yang berdomisili di Aceh Besar berinisial AG (48) terciduk Satpol PP dan WH di kawasan Ulee Lheue...

5 makanan paling enak saat musim hujan

(KANALACEH.COM) - Musim hujan di beberapa daerah di Indonesia semakin memasuki puncaknya pada bulan Februari ini. Cuaca dingin membuat tubuh membutuhkan asupan yang berbeda...

Berita Terbaru