26 C
Banda Aceh

Polisi Tangkap Agen di Batoh, Amankan Chip 100 B dan Uang Tunai

Headline

- Advertisement -PHP Dev Cloud Hosting

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Empat pelaku transaksi judi online chip higgs domino di Banda Aceh diringkus personel Polresta Banda Aceh, Senin (19/4/2021) malam, di salah satu counter jual pulsa HP Jalan AMD, Batoh.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha membenarkan, bahwa pihaknya telah mengamankan empat pelaku penjual chip domino.

“Sungguh ironisnya, ketika kami lakukan penangkapan terhadap penjual judi online Chip Domino, ditemukan sebagai bandarnya anak yang masih dibawah umur, dengan status pelajar disalah satu sekolah di Kabupaten Aceh Besar,” kata AKP Ryan dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

- Advertisement -

Personel Opsnal tadi malam melakukan patroli sesuai dengan informasi dari warga, dan berhenti karena melihat ramainya anak muda di sebuah counter isi ulang pulsa milik salah satu pelaku yang diamankan berinisal AFD (30) warga Gampong Simpang Tiga, Kabupaten Pidie yang saat ini berdomisili di Gampong Batoh, Banda Aceh.

“Begitu mendekat, personel melihat beberapa anak muda bukan sedang mengisi ulang pulsa, justru sedang membeli chip domino pada pelaku,” katanya.

Dari tangan AFD, personel menyita barang bukti berupa Handphone dan uang penjualan judi online Chip Domino.

Kemudian personel melakukan juga melakukan penangkapan terhadap dua penjual chip domino lainnya pada counter yang berbeda, yakni ASR (29) Warga Cot Teunong Kabupaten Pidie dan EDI (29) warga Binjai, Sumut yang juga berdomisili di Gampong Batoh, Banda Aceh.

Dari kedua pelaku, personel turut mengamankan Handphone serta uang dari hasil penjualan chip domino.

Kemudian, yang lebih ironisnya ditemukan sebagai penjual judi online anak yang masih dibawah umur berisinial MUZ (16) asal Kabupaten Pidie.

“Jadi untuk keseluruhan barang bukti lebih kurang 100 billion chip domino dan sejumlah uang serta pelaku diamankan di Polresta Banda Aceh untuk diajukan ke Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh sebagai proses hukumnya sesuai dengan Qanun,”

“Untuk ke empat pelaku, dijerat dengan Pasal 20 Jo Pasal 18 jo pasal 6 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” pungkas AKP Ryan.


Berita Terkait

Cloud Hosting Indonesia

Trending

Berita Terbaru

spot_img