26.9 C
Banda Aceh

Pemilik Cafe di Banda Aceh Jadi Tersangka Setelah Izinkan Gelar Live Musik

Headline

- Advertisement -PHP Dev Cloud Hosting


Banda Aceh (KANALACEH.COM) –Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menetapkan dua tersangka kasus kerumunan di cafe New Soho kawasan Peunayong, Banda Aceh yang terjadi beberapa waktu lalu.

Keduanya berinisial GB selaku pemilik cafe dan penanggung jawab konser MF. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP Ryan Citra Yudha mengatakan, saat ini berkas keduanya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

“Berkasnya saat ini sudah dilimpahkan ke JPU untuk tahap I. Untuk kasus tersebut sudah ditetapkan tersangka dua orang, yaitu pemilik cafe dan penanggung jawab kegiatan konser,” kata Ryan saat dikonfirmasi, Selasa (25/5).

Keduanya bakal dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU RI nomor 4 thn 1984 tentang wabah penyakit dan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan ancaman 1 tahun penjara.

Hanya saja mereka tidak dilakukan penahanan karena hukumannya di bawah 5 tahun. “Mereka tidak kita lakukan penahanan karena hukumannya di bawah 5 tahun, hanya 1 tahun. Kemudian selain itu mereka juga kooperatif,” katanya.

Sebelumnya, Personel Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh dan aparat kepolisian menyegel satu kafe di kawasan Peunayong, Banda Aceh pada Kamis (22/4), karena melanggar protokol kesehatan.
 
Kafe itu juga melanggar syariat islam karena menggelar live musik hingga larut malam dan mengabaikan kerumunan.
 
“Mereka mengabaikan protkes, kemudian melanggar Qanun No 11 Tahun 2002 terkait Akidah Syiar Islam,” kata Plt Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Heru Triwijanarko.
 
Sebelum disegel, kata Heru, kegiatan di cafe tersebut memang sudah masuk dalam pantauan mereka. Petugas juga sudah sering mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, namun aturan itu tidak diindahkan.

Berita Terkait

Cloud Hosting Indonesia

Trending

Berita Terbaru