Banda Aceh (KANALACEH.COM) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) buka suara terkait insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal sandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6).
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.13 WIB setelah kapal menyelesaikan proses bongkar muatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang.
Menurut laporan awal kata Andri, insiden itu bermula dari adanya letupan di sistem hidrolik pintu kedap otomatis yang berada di ruang mesin kapal. Insiden itu membuat awak kapal yang ada di dalam terluka.
Baca: Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2 Terbakar di Ulee Lheue, Belasan Korban Dilarikan ke RSUDZA
“Insiden diduga bermula dari letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin kapal,” kata Andri dalam keterangannya.
Ia menyebut respons cepat kru kapal berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit sehingga kebakaran tidak meluas ke area bagian lain kapal.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 15 orang mengalami luka bakar dan telah dievakuasi ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sekitar 15 orang yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke rumah sakit. ASDP juga terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi para korban,” ucapnya.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan investigasi dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyebab pasti ledakan dan kebakaran.
Korban luka bakar mayoritas merupakan taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati yang sedang menjalani praktik di atas kapal. Luka bakar yang dialami taruna tersebut bervariasi mulai dari ringan hingga berat.






