Aceh Terima Rp2,5 Triliun dari Kementan, Mualem Minta Pemulihan Sawah Dikebut

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengapresiasi Kementerian Pertanian yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk pemulihan lahan sawah dan perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Mualem berharap anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal agar proses pemulihan sektor pertanian berjalan lebih cepat dan mampu mengembalikan produktivitas petani.

“Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi di Banda Aceh, Senin (27/7).

Nurlis mengatakan Mualem telah menerima laporan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia terkait perkembangan pemanfaatan anggaran tersebut pada Kamis (23/7).

Dalam laporannya, Azanuddin menyebut alokasi dana itu merupakan tindak lanjut atas usulan yang diajukan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota kepada Kementerian Pertanian. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pemulihan lahan pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian, serta bantuan benih padi dan jagung.

Berdasarkan data yang disampaikan kepada gubernur, bencana hidrometeorologi telah merusak sekitar 57.485 hektare lahan sawah di Aceh. Hingga kini, program optimalisasi dan pemulihan telah berjalan di lahan seluas 40.852 hektare.

Sementara itu, lahan perkebunan yang terdampak mencapai 60.438 hektare. Dari jumlah tersebut, proses pemulihan saat ini telah dilakukan di areal seluas 40.418 hektare.

Menanggapi laporan tersebut, Mualem meminta seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan di Aceh bekerja maksimal agar proses pemulihan dapat segera dirasakan masyarakat.

“Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan membangun komunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan mudahkan semua,” ujar Nurlis.

Menurut Mualem, percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan menjadi penting karena sebagian besar masyarakat Aceh menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, sekitar 38 hingga 41 persen penduduk yang bekerja di Aceh beraktivitas di sektor pertanian. Sektor ini juga menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Komitmen tersebut juga kembali ditegaskan Mualem saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25/7), yang dibacakan oleh Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia.

“Dalam sambutan itu, Gubernur menegaskan Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan karena menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat,” kata Nurlis.

Related posts