Gubernur: Aceh Harus Jadi Pusat Kajian Islam Internasional

Penutupan Muzakarah Ulama Aceh 2015, Foto Humas Aceh
--Ads--
loading...

Banda Aceh (kanalaceh.com) – Aceh sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekkah dapat menjadi pusat kajian Islam Internasional, dengan Masjid Raya Baiturrahman sebagai lambang kemegahan dan kebanggaan rakyat Aceh, untuk dijadikan pusat kegiatan ke-Islaman berskala lokal, nasional maupun internasional.

Harapan ini disampaikan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dalam penutupan Muzakarah Ulama Aceh, di Aula Gegung Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Aceh Besar, Selasa (27/10).

Penutupan Muzakarah dihadiri, sejumlah ulama kharismatik Aceh, seperti Tgk. H. Muhammad Amin Mahmud (Abu Tumin), Tgk. H. Usman Ali (Abu Kuta Krueng), Tgk. H. Mustafa Puteh, Waled Nuruzzahri (Waled Nu), Waled Marhaban dan puluhan ulama Aceh lainnya.

Ads

“Muzakarah Ulama seperti ini kiranya dapat dilakukan secara berkala, dan jika memungkinkan alangkah baiknya penyelenggaraan muzakarah ini, kita lakukan dengan melibatkan dan mengundang Ulama-Ulama dari luar Aceh, bahkan dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Manca Negara” ujar Gubernur Zaini

Hal tersebut dapat dicapai karena Aceh selama ini telah menjalankan pelaksanaan Syariat Islam dan telah melahirkan banyak ulama yang berpengaruh di nusantara.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Gubernur mengajak para alim Ulama untuk terus memperkuat Ukhuwah Islamiyah sehingga kita sama-sama berikhtiar, bekerja keras, bahu membahu membangun Aceh menuju negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

“Kita satukan hati dan gerak langkah kita untuk membangun yang lebih baik lagi di masa depan. Perbedaan yang ada, bukanlah menjadi halangan bagi kita untuk bekerja membina ummat, karena perbedaan itu pada hakikatnya adalah sunnatullah ” ajak Gubernur.

Dalam konteks perbedaan pendapat, Gubernur Zaini Abdullah juga menghimbau agar masyarakat dapat menerima dan menghargai perbedaan dengan penuh toleransi dan semangat persaudaraan.

“Kita jadikan perbedaan sebagai energi kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan dan ukhuwah di antara sesama kita, dalam membangun dan membina ummat” pungkas Doto Zaini. [uzair]

Ads