harianterbit.com

Bangkok (KANALACEH.COM) – Pasangan baru ganda putri, Greysia Polii/Apriani Rahayu menjadi juara di turnamen Thailand Open Grand Prix Gold 2017. Di babak final, Greysia/Apriani menang mudah melawan pasangan tuan rumah, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, Ahad (4/6).

Di gim pertama, pasangan Thailand sempat memimpin perolehan angka dengan 0-3, 1-5 dan 5-8. Greysia/Apriani kemudian mencuri lima angka beruntun dan berbalik unggul dengan 10-8 dan 11-9 di paruh gim pertama.

Pasangan Thailand terlihat gugup dan tertekan serta tidak mampu melakukan serangan dengan baik. Mereka malah kerap melakukan kesalahan sendiri dari serangan-serangan yang berhasil ditahan Greysia/Apriani. Gim pertama dimenangkan Greysia/Apriani dengan 21-12.

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Dominasi Greysia/Apriani dilanjutkan di gim kedua. Greysia/Apriani terus melakukan serangan-serangan dengan memotong bola-bola depan agar bisa menekan lawan. Greysia/Apriani memenangkan pertandingan dengan 21-12 dan 21-12.

Dengan kemenangan ini, Greysia/Apriani menjadi wakil Indonesia pertama yang menjadi juara di Thailand Open GPG 2017. Indonesia masih menempatkan dua wakil lainnya di babak final yaitu pasangan ganda putra Berry Angriawan/Hardianto dan pemain tunggal putra Jonatan Christie.

Greysia dan Apriani sendiri baru dipasangkan sekitar 1 bulan lalu untuk mempersiapkan kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman 2017. Sebelumnya, Greysia berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari yang cedera sejak Desember 2016 lalu.

Selama Nitya cedera, beberapa pemain sempat dipasangkan dengan Greysia seperti Rosyita Eka Putri Sari dan Rizki Amelia Pradipta. Namun Greysia berpasangan dengan dua pemain ini tidak dapat berkembang. Permainan memikat Greysia/Apriani terlihat saat di babak grup Piala Sudirman 2017 melawan pasangan Denmark, Christinna Pedersen/Kamilla Rytther Juhl.

Apriani merupakan pemain muda berusia 19 tahun. Saat di kelas junior, Apriani meraih medali perak Kejuaraan Dunia Junior 2014 di sektor ganda putri berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari. Di Kejuaraan Dunia Junior 2015, Apriani meraih medali perunggu di ganda campuran berpasangan dengan Fachriza Abimanyu.

Sedangkan di turnamen kelas senior, Apriani yang berpasangan dengan Jauza Fadila Sugiarto sempat menjuarai Singapore International Challenge 2015 dan dua gelar di Indonesia International Challenge 2016 di sektor ganda putri bersama Jauza dan di ganda campuran bersama Agripinna Prima.

Gelar juara di Thailand Open 2017 ini merupakan juara pertama kalinya di turnamen kelas GPG bagi Apriani. Usai memastikan kemenangan di babak final ini, Apriani terlihat terduduk dan menangis di tengah lapangan. Apriani juga sempat bersujud dan menghapus air matanya. [Badmintonindonesia]

Ads