Korban tewas akibat gempa di Pulau Jawa bertambah jadi 2 orang

Warga menyaksikan rumah yang ambruk akibat gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017). Gempa berkekuatan 6,9 skala richter dan berpotensi tsunami dilaporkan terjadi pada Jumat (15/12/2017) pukul 23:47:58 WIB di wilayah Tasikmalaya. (kompas.com)

Pekalongan (KANALACEH.COM) – Korban tewas akibat gempa yang mengguncang dua kali dengan magnitudo 4,5 dan 6,9 di Pulau Jawa, Jumat (15/12), bertambah menjadi dua orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers yang menyebutkan, dua korban meninggal dunia adalah Hj Dede Lutfi (62), warga Desa Gunungsahari, RT 04 RW 02, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dan Aminah (80), warga Sugihwaras Gg 1, RT 02 RW 18, Kelurahan Kauman, Kota Pekalongan.

“Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Korban luka semua dirujuk ke rumah sakit setempat,” kata Sutopo, Sabtu (16/12) seperti dikutip laman Kompas.com.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan tujuh warga terluka dan ratusan rumah rusak. Sutopo menyebutkan, jumlah rumah rusak dan roboh sebanyak 43 unit, rusak sedang 65 unit dan rusak ringan 10 unit. Beberapa bangunan publik juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Dia menyebutkan, daerah yang terdampak gempa yang merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

“Mengingat pusat gempa berada di 6 kilometer arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat,” kata Sutopo. []

Komentar Facebook