3 Hektare Lahan Kawasan Gua Jepang di Lhokseumawe Terbakar 

Titik panas kembali muncul di Aceh
Pemadaman kebakaran lahan. (Antara Foto)
--Ads--
loading...

Lhokseumawe (KANALACEH.COM) – Tiga haktar lahan di kawasan lokasi Taman Wisata Gua Jepang, Kota Lhokseumawe terbakar,  Selasa sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kejadian kebakaran dikabarkan  sekitar pukul 15.30 Wib dan petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran,” kata Ridwan Puteh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Lhokseumawe seperti dilansir laman Antara, Selasa (11/6).

Api begitu cepat membakar lahan yang ditumbuhi ilalang di sekitar lokasi wisata Gua Jepang. Namun kerja sama dan kesigapan petugas dari berbagai unsur pendukung, kebakaran lahan tersebut dapat diatasi.

Ads

“Api begitu cepat membakar lahan kering yang ditumbuhi ilalang dilokasi wisata tersebut, sehingga dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memadamkannya. Sedangkan luar lahan yang terbakar lebih kurang mencapai Tiga Hektare,” ujar Ridwan Puteh.

Dalam pemadaman terbakarnya lahan tersebut  keempat  unit armada pemadam kebakaran diturunkan, di antaranya dua unit armada pemadam kebakaran Pemkot Lhokseumawe, satu unit damkar milik PT  PAG,  serta satu unit Damkar milik Pemkab Aceh Utara.

Untung dengan cepat diketahui dan langsung dilakukan pemadaman karena kondisi lahan sangat mudah terbakar, sehingga tidak bertambah parah yang tidak diinginkan, ucap Ridwan Puteh.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, mengingat kondisi cuaca yang terik serta angin kencang sangat berpotensi terjadinya kebakaran, baik kebakaran rumah maupun lahan, terutama lahan yang ditumbuhi semak dan ilalang. Oleh karena itu, kepada warga sangat diharapkan untuk lebih berhati-hati.

Diharapkan kepada siapa saja, supaya berhati-hati dengan bahaya kebakaran. Karena kebakaran dapat saja terjadi dengan mudah apabila lengah.

Untuk itu perlu diperhatikan bagi masyarakat, jangan membuang puntung rokok sembarangan dilahan kering atau membakar sampah tanpa dikontrol serta kegiatan lainnya yang berpotensinya terjadinya kebakaran, kata Ridwan Puteh. [Antara]