Tahun Ini Pemotongan Daging Meugang di Abdya Ditiadakan

Tradisi meugang di Abdya. (Jimi Pratama/KanalAceh.com)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim menyampaikan imbauan tentang pelaksanaan pemotongan dan penjualan daging meugang puasa di Krueng Beukah, Gampong Keude Siblah, Blangpidie dan di lapangan bola kaki gampong Seunulop Manggeng, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (23/4) nanti, untuk tahun ini ditiadakan.

Ketiadaan pemotongan ini disebabkan guna penanganan situasi nasional saat ini atas penyebaran virus corona (Covid-19) secara baik, cepat dan tepat agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang yang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

Himbauan tersebut dikeluarkan melalui surat edaran nomor 450/422/2020 tanggal 9 april 2020 tentang pelaksanaan meugang tahun 1441 H/2020 M.

Ads

Baca: Di Tengah Wabah Corona, Polisi di Abdya Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

Akmal megimbau bagi masyarakat atau pedagang yang melakukan kegiatan pemotongan dan penjualan daging, dapat dilaksanakan dilingkungan gampong masing-masing.

Baca: Seorang Warga Abdya Positif Lewat Rapid Test, Tapi Belum Tentu Terinfeksi Corona

“Mengenai titik lokasi penjualan daging di hari meugang dianjurkan ditempat yang aman, bersih dan tidak menganggu arus lalu lintas serta tidak bergabung, antara satu pedagang dengan pedagang yang lain guna menghindari kerumunan banyak orang yang akan membeli daging,” katanya, Senin (13/4).

Dikatakannya, bagi pemilik ternak atau hewan yang akan dipotong harus sehat dan bebas dari penyakit menular yang dibuktikan dengan surat dari kesehatan ternak yang dikeluarkan dinas terkait.

Akmal juga melarang memasukkan daging segar atau daging beku dari wilayah lain, selain ternak yang dipotong dalam wilayah kabupaten aceh barat daya.

“Bagi masyarakat yang ingin membeli daging meugang diharapkan selektif memperhatikan kualitas daging atau menanyakan surat kesehatan/keur ternak yang dijual,” ungkapnya.

Selaim itu, Akmal mengharapkan kepada Camat bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Barat Daya agar melakukan pemantauan bagi masyarakat gampong yang melaksanakan pemotongan ternak. [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Satu pasien positif corona terakhir yang ditangani oleh pihak Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dinyatakan sembuh. Dengan begitu, tidak ada lagi pasien yang terpapar virus corona di Aceh. Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, Endang Mutiawati, mengatakan pasien terakhir yang dirawat itu berinisial AJ (60) warga Banda Aceh. Ia dinyatakan sembuh setelah hasil swab yang keempat menunjukkan pasien tersebut sudah negatif corona. “Ya, sudah negatif (pasien) AJ, sore ini baru kita terima hasil,” kata Endang saat dikonfirmasi, Minggu (12/4). Endang menjelaskan, imunitas AJ telah tumbuh ketimbang tiga pasien positif corona di Aceh lainnya yang telah lebih dulu sembuh. Sebab, AJ memiliki riwayat penyakit lain. Sehingga swab AJ yang keempat baru keluar hasilnya negatif. “Imunitasnya telat tumbuh dibandingkan orang tidak ada DM (diabetes mellitus). Rencana pasien kita pulangkan sesegera mungkin,” katanya. Kini, kata Endang, tidak ada lagi pasien terkait corona di ruang respiratory intensive care unit (RICU), hanya tersisa satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi biasa. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #syukur #pasien #corona #positifcorona #sembuhtotal #cegahcorona #covid19 #antisipasi #pencegahan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads