Aceh Besar Siapkan 35 Hektare Lahan Bangun Kampus IPDN

  • Whatsapp
Larang Valentine, Bupati Mawardi: Kalau mau pacaran silahkan habis nikah
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali. (Foto /Dani Randi)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut baik pendirian Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) regional Aceh di Kota Jantho. Pemkab Aceh Besar bahkan telah mempersiapkan lahan seluas 35 hektar dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Jum’at (26/6).

“Pemkab Aceh Besar siap mendukung pembentukan dan pendirian Kampus IPDN di Kota Jantho Aceh Besar. Kami telah memberikan berbagai fasilitas, dan lahan seluas 35 hektar, kampus sementara, dan fasilitas pendukung lainnya. Kami berharap pendirian kampus IPDN bisa segera terealisasi,” ujar Mawardi.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya ada dua daerah yang menjadi kandidat pembangunan kampus IPDN regional Aceh, yaitu Aceh Besar dan Kota Sabang. Namun, tim penilai dari Kementerian Dalam Negeri memilih Aceh Besar karena berbagai penilaian, di antaranya jarak yang dekat dengan Ibukota, ketersediaan lahan serta sarana dan pra sarana pendukung yang telah ada.

Sesuai dengan janji Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, tahun 2020 ini pembangunan sarana dan pra sarana pendukung terus dipacu agar kampus IPDN bisa segera difungsikan.

Saat menerima kunjungan Rektor IPDN Murtir Jeddawi, pada akhir September 2019 lalu, Nova menegaskan, bahwa Pemerintah Aceh sangat serius dan akan segera mempersiapkan segala kebutuhan dalam proses pembangunan kampus IPDN regional Aceh di Kota Jantho.

“Alhamdulillah, tidak ada kata lain yang bisa kita sampaikan selain apresiasi dan terimakasih atas berdirinya IPDN,” ujar Plt Gubernur saat menerima kunjungan Rektor IPDN Murtir Jeddawi, beserta rombongan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, akhir September 2019 lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto menjelaskan, Bahwa Pemerintah Aceh sangat fokus untuk mendukung dan membantu proses pembangunan Kampus IPDN Regional Aceh di Kota Jantho.

“Kami juga berharap dukungan dari masyarakat agar pembangunan kampus ini bisa segera selesai, dan kampus segera beroperasi, karena secara ekonomi, keberadaan kampus ini akan turut memberi pengaruh pada kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar kampus,” ujar Iswanto. [Randi/ril]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebutkan hotel dan restoran di Provinsi Aceh sudah mulai beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan normal baru guna mencegah penularan COVID-19. “Sejak hotel dan restoran diperbolehkan beroperasi mulai 1 Juni 2020, kami sudah sampaikan untuk menerapkan protokol kesehatan normal baru,” kata Sekretaris PHRI Aceh Octowandi di Banda Aceh seperti dilansir laman Antara, Jumat (26/6). Octowandi menyebutkan protokol kesehatan normal baru yang diterapkan tersebut di antaranya pemakaian masker baik karyawan hotel dan restoran maupun semua tamu. Kemudian, kata Octowandi, hotel dan restoran maupun usaha penginapan serta lainnya juga menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #hotel #perhotelan #penginapan #suratbebascovid #antisipasi #cegahcorona #psbb #protokolkesehatan #handsanitizer

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Related posts