Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Polisi menangkap seorang terduga pelaku pemerasan atau pungutan liar (pungli) terhadap wisatawan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Penangkapan dilakukan setelah Polsek Mesjid Raya menerima laporan masyarakat terkait aksi pemerasan yang meresahkan pengunjung di lokasi wisata tersebut.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Mesjid Raya AKP Mahdi Asyadi mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan usai menerima laporan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Mahdi, Rabu, 17 Juni 2026.
Mahdi menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6) ketika seorang wisatawan lokal berkunjung ke Bukit Lamreh. Saat berada di lokasi, korban didatangi tiga orang yang diduga pelaku berinisial NZR, JL, dan ETK.
Ketiganya diduga meminta uang sebesar Rp3 juta kepada korban. Karena tidak memiliki uang tunai, korban kemudian menyerahkan sepasang anting-anting sebagai jaminan.
“Sore harinya korban berupaya menebus barang jaminan tersebut. Tim yang telah dibentuk kemudian melakukan penyamaran (undercover) dan berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku beserta barang bukti dan satu unit sepeda motor,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, dua terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi.
Mahdi mengatakan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta keterlibatan pihak lain dalam aksi pemerasan tersebut.
“Kami juga mendalami sudah berapa lama para terduga pelaku menjalankan aksi pemerasan terhadap pengunjung di kawasan wisata Bukit Lamreh,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat dan wisatawan agar segera melapor jika menemukan praktik premanisme, pungli, maupun tindak pidana lainnya di kawasan wisata.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak kriminal yang mengganggu kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. Segala bentuk premanisme dan pemerasan akan ditindak tegas,” ujar Mahdi.
Kasus tersebut mendapat perhatian masyarakat sekitar yang berharap kawasan wisata Bukit Lamreh tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
Polsek Mesjid Raya menyatakan akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan wisata guna mencegah terulangnya tindak kriminalitas serupa.






